- Are personnel trained in the use of gas detector equipment?
- Is there a master list on site of the certified authorized gas testers?
- Are the portable gas detectors kept in a secure location when not in use?
- Are the portable gas detectors uniquely identified and is the latest calibration date displayed?
- Is maintenance work on gas detector carried out only by qualified personnel?
- Are the portable gas detectors tested prior to issue as per the pre-issue checklist?
- Has a gas test been completed before any Hot Work commences in classified area?
Pages
Custom Search
JOB VACANCY IN BALIKPAPAN
Showing posts with label HSE Environment. Show all posts
Showing posts with label HSE Environment. Show all posts
Monday, March 9, 2015
ITEMS SAFETY INSPECTION CHECK FOR GAS TESTING
ITEMS SAFETY INSPECTION CHECK FOR IONIZING RADIATION
- Are radioactive isotopes used on site? If so are personnel aware of the dangers?
- Are all the required personnel carrying dosimeters?
- Is the storage area regularly surveyed and the results below 7.5 uSv /hr.
- Is the labeling of the storage area sufficient?
- Is the labeling of the source containers clear?
- Are sufficient barriers/warnings/flashing lights in place prior to exposing a source?
ITEMS SAFETY INSPECTION CHECK FOR WORKSHOP
- Is the workshop outside a hazardous area?
- Does the electrical installations look satisfactory?
- Are there any temporary electrical installations?
- Are there 3 means of cutting off the electrical supply to any machine?
- Is the local stop/emergency button well labelled & in red?
- Is any "dead man" handle being bypassed?
- Are all moving parts adequately guarded?
Friday, February 20, 2015
ITEM SAFETY INSPECTION CHECK FOR WELDING MACHINE :
- Spark arrestor
- Insulation system of exhaust
- Electrical/ welding cable connection
- ESD. system
- Socket/ Power supply connector
- Electric cable insulation
- Cable grounding system
- Ampere indicator
- Safety guarding system
- ELCB (30 mA) installed
- Battery covered
- Engine and fuel system leaks
- Lifting point/ pad eye condition (certified)
- Fire extinguisher ( stand by when use)
- General condition
- Inspection sticker
ITEM SAFETY INSPECTION CHECK FOR SCAFFOLDING:
GUARD RAILS
Securely fastened, 90 cm to 120 cm high, Gap between toe board and first
rail not more or <76 cm="" o:p="">
TOE BOARDS
All rounds protection against objects falling, Minimum high 15 cm.
Monday, February 16, 2015
Friday, February 24, 2012
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra meminta kepada PT. Billy Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bombana agar bertanggung jawab atas terjadinya banjir di tiga desa di kabupaten tersebut
![]() |
| Banjir di dongkala Kabaena Timur Sulawesi Tenggara Indonesia |
Direktur Walhi Sultra Hartono mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Dongkala, Lambale dan Tapuhaka Pulau Kabaena karena bak penampung air (cekdam) PT Billy meluap. Akibatnya, tiga desa itu kebanjiran dan menghanyutkan jembatan menuju SD Lambale. Akibatnya beberapa siswa tidak bisa ke sekolah.
Menurutnya, banjir yang terjadi di Kelurahan Lambale, Dongkala dan Desa Tapuhaka merupakan bukti ketidak becusan pemerintah daerah dan perusahaan tambang dalam mengelola lingkungan.
Selain itu, kejadian tersebut sangat berbanding terbalik dengan apa yang digambarkan perusahaan tersebut terkait penanganan lingkungan pasca tambang.
“Olehnya itu, tidak ada alas an, pemerintah Kabupaten Bombana untuk tidak melakukan Moratorium tambang di Kabaena sebelum bencana lain menyusul di pulau itu,” katanya saat dihubungi via email.
Hartono menjelaskan, kehadiran perusahaan tambang di Kabaena semestinya telah memberikan kesejahteraan bagi waga sekitar perusahaan. Namun fakta yang terjadi berkata lain, karena kehadiran perusahaan tambang justru menimbulkan konflik horizontal antara yang pro maupun yang kontra.
Ia menilai, hadirnya perusahaan tambang di daerah ini hanya menguntungkan sekelompok orang, dan perusahan tambang hanya dijadikan ‘ATM’ bagi oknum pemerintah dan pihak keamanan. Sementara rakyat sekitar hanya menjadi penonton dan menikmati belas kasihan dari perusahaan saja.
Berdasarkan data yang ia milki, Pulau Kabaena terdapat 32 izin konsesi pertambangan dengan luas lahan 64.840 Ha. Sementara luas Pulau Kabaena 86.769 ha. Artinya, 74% wilayah Pulau Kabaena yang berada dalam administrasi Kabupaten Bombana telah dijadikan konsesi pertambangan.
“Dari 32 izin pertambangan tersebut, delapan perusahaan telah mengantongi izin produksi dan lima perusahaan sudah melakukan pengapalan,” paparnya.
Untuk itu, ia mendesak pemerintah daerah Kabupaten Bombana agar segera menghentikan segala aktivitas pertambangan di Pulau Kabaena. Sebab, hadirnya pertambangan di daerah itu menyebabkan bencana di Kabaena.
“Kami menilai Pemerintah Bombana dan perusahaan tambang telah gagal membuktikan janji bahwa pengelolaan tambang di Kabaena telah memenuhi standar pengelolaan lingkungan. Untuk itu, sudah saatnya pemerintah daerah menggali aset lokal yang lebih ramah lingkungan dalam mengupayakan peningkatan PAD maupun kesejahtraan warga di Pulau Kabaena maupun Bombana secara umum,” jelasnya. [mor]
Monday, November 14, 2011
Nickel waste revile Coast Seaweed Cultivation Kabaena
Kendari (Antara News) - Waste from mining nickel mining companies operating in the island Kabaena, Bombana regency, Southeast Sulawesi Province (Southeast Sulawesi), allegedly polluting the area of seaweed cultivation of local residents."Since the company's nickel operations in Kabaena Island in 2007, almost the entire coastal region Kabaena, no longer suitable for seaweed cultivation because the area of sewage sludge contaminated with nickel from the soil," said La Riyfu (47), head of Hamlet Sagori, Kabaena District, District Bombana by telephone from Sagori Saturday.
Monday, August 8, 2011
Limbah Nikel Cemari Budi Daya Rumput Laut Pantai Kabaena
| Environmental impacts of nickel mining in the southern island Kabaena |
Limbah tambang nikel dari perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga mencemari kawasan budi daya rumput laut warga setempat.
"Sejak perusahaan nikel beroperasi di Pulau Kabaena tahun 2007, hampir seluruh wilayah pesisir pantai Kabaena, tidak cocok lagi untuk membudidayakan rumput laut karena areanya dicemari limbah lumpur dari tanah nikel," kata La Riyfu (47), Kepala Dusun Sagori, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana melalui telepon dari Sagori, Sabtu.
Menurut La Riyfu, sebelum ada penambangan nikel oleh PT Bily di pulau tersebut, budi daya rumput laut menjadi sumber pendapatan sebagian besar warga, terutama yang tinggal di wilayah-wilayah pesisir pantai.
Saat ini, kata dia, warga tidak dapat lagi mengembangkan usaha budi daya rumput laut akibat limbah dari penambangan nikel tersebut berupa lumpur yang meluber di area tempat warga membudidayakan rumput laut.
"Selain menyebabkan pencemaran wilayah pesisir akibat luapan lumpur saat musim hujan, aktivitas penambangan nikel di Kabaena juga telah menjadi ancaman serius mengeringnya sejumlah sumber mata air di sekitar kawasan tambang," katanya.
Menurut La Riyfu, sebelum ada penambangan nikel oleh PT Bily di pulau tersebut, budi daya rumput laut menjadi sumber pendapatan sebagian besar warga, terutama yang tinggal di wilayah-wilayah pesisir pantai.
Saat ini, kata dia, warga tidak dapat lagi mengembangkan usaha budi daya rumput laut akibat limbah dari penambangan nikel tersebut berupa lumpur yang meluber di area tempat warga membudidayakan rumput laut.
"Selain menyebabkan pencemaran wilayah pesisir akibat luapan lumpur saat musim hujan, aktivitas penambangan nikel di Kabaena juga telah menjadi ancaman serius mengeringnya sejumlah sumber mata air di sekitar kawasan tambang," katanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)





